22 January, 2017

Harga Aplikasi Di Appstore Naik 25 Persen

appstore

Kenaikan harga aplikasi appstore sebesar 25 persen sepertinya memang benar terjadi, hal ini telah dipastikan oleh pihan apple, seperti yang timnasindonesia.com kutip dar CNN.
 Perusahaan teknologi Apple menaikkan harga aplikasi di dalam platform App Store miliknya sebanyak 25 persen. Hal ini berakar pada Brexit.

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada Juni 2016 menyebabkan nilai mata uang poundsterling menyusut. Hal ini menjadi fondasi dari melonjaknya harga aplikasi di App Store.

Misalnya, sebuah aplikasi yang terdapat di App Store untuk perangkat iOS maupun MacOS dibanderol US$0,99 di Amerika Serikat dan 0,79 pounds di Inggris, kini akan diberi harga 0,99 pounds.

Pengumuman kenaikan harga ini disampaikan oleh Apple sendiri melalui email kepada para pengembang aplikasi, Selasa (17/1).

"Saat laju pertukaran mata uang asing atau perpajakan berubah, terkadang kita perlu memperbarui harga di App Store," tulis Apple.

Perusahaan pimpinan Tim Cook itu juga menyatakan, kenaikan harga akan berlaku dalam waktu tujuh hari ke depan agar para pengguna masih memiliki kesempatan untuk memborong aplikasi yang diinginkan sebelum harganya melonjak.

Kenaikan harga ini pun akan turut berimbas ke iBooks Store dan pembelian lagu dan video di iTunes Store.

Meski warga Inggris bakal gigit jari, ternyata kenaikan harga ini juga akan menimpa India.

The Guardian mewartakan, Apple berencana menaikan harga App Store di India lantaran ada perubahan pada layanan pajak di sana. Pun begitu dengan Turki yang sedang mengalami penyusutan nilai Lira Turki.

Sejak Inggris memutuskan bercerai dengan Uni Eropa, nilai poundsterling terjun bebas sebanyak 18,5 persen terhadap dollar AS.

Sebetulnya Apple sudah mempersiapkan perubahan harga sejak pihak Inggris memutuskan untuk berpisah dari Uni Eropa. Bahkan harga MacBook anyar pada Oktober lalu sudah melonjak sebesar 20 persen di Inggris.

"Tingkat harga di App Store ditentukan secara internasional melalui dasar sejumlah faktor, termasuk laju pertukaran mata uang, penerapan bisnis, pajak, dan biaya melakukan bisnis. Faktor-faktor ini beragam dari tiap wilayah setiap waktunya," tutur Apple.

2 comments: